email gixtm2006@gmail.com. Diberdayakan oleh Blogger.
meditasi sehatkan jantung anda

Salah besar jika Anda menganggap meditasi adalah kegiatan yang membuang-buang waktu dan tak berguna. Sebuah penelitian terbaru yang dimuat jurnal Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine mengindikasikan, bermeditasi teratur dapat meningkatkan kualitas kesehatan dengan cara menurunkan risiko penyakit kardiovaskular, khususnya pada kalangan remaja paling berisiko.Penelitian yang melibatkan puluhan remaja berkulit hitam yang memiliki tekanan darah tinggi membuktikan bahwa meditasi secara signifikan membantu memperbaiki kondisi kesehatan. Mereka yang bermeditasi dua kali sehari selama 15 menit cenderung memiliki massa ventrikel kiri (massa LV ) lebih rendah. Dalam dunia medis, peningkatan massa LV dikenal sebagai salah indikator penyakit kardiovaskular pada masa depan.

Setengah dari kelompok remaja dilatih dalam meditasi transendental dan diminta untuk bermeditasi selama 15 menit di dalam  kelas dan 15 menit di rumah selama jangka waktu empat bulan. Sementara partisipan lain hanya diberi edukasi masalah kesehatan tentang cara menurunkan tekanan darah (hipertensi) dan risiko penyakit kardiovaskular, tetapi tidak dengan praktik meditasi.

Massa LV diukur dengan alat echocardiogram dua dimensi sebelum dan sesudah penelitian. Kelompok remaja yang bermeditasi menunjukkan penurunan signifikan pada massa LV.

"Peningkatan massa ventrikel otot jantung kiri umumnya disebabkan oleh beban kerja ekstra pada jantung dengan tekanan darah tinggi. Beberapa remaja sudah memiliki massa ventrikel kiri lebih tinggi akibat naiknya tekanan darah. Kondisi ini akan terus dibawa sampai dewasa," papar dr Vernon Barnes dari Medical College of Georgia dan Georgia Health Sciences University Institute of Public and Preventive Health.

Selama meditasi, partisipan beristirahat lebih dalam, aktivitas sistem saraf simpatik berkurang, dan tubuh melepaskan lebih sedikit hormon stres ketimbang biasanya. "Akibatnya, pembuluh darah rileks, tekanan darah menurun, dan jantung bekerja lebih sedikit," katanya.

Bahkan, kata Barnes, catatan sekolah menunjukkan perbaikan perilaku di antara para remaja yang melakukan meditasi. "Meditasi transendental jauh lebih dalam mengistirahatkan tubuh ketimbang Anda tidur," ujarnya.

"Statistik menunjukkan bahwa satu dari setiap 10 remaja kulit hitam memiliki tekanan darah tinggi. Jika dipraktikkan dari waktu ke waktu, meditasi dapat mengurangi risiko remaja ini mengidap penyakit jantung, di samping juga tambahan manfaat kesehatan lain

coklat bisa jadi tabir surya

Cokelat ternyata tidak hanya enak di lidah tapi juga bermanfaat untuk kulit. Menurut sebuah penelitian cokelat yang mengandung senyawa flavanol tinggi bisa memberi perlindungan kulit dari sinar matahari.

Cokelat yang kadar kokoanya tinggi, misalnya cokelat hitam, umumnya mengandung antioksidan flavonoid yang tinggi yang selama ini diketahui akan melindungi tubuh dari penyakit jantung.

Sejak lama flavanol atau flavonoid yang dipunyai cokelat hitam sudah mendapat pengakuan sebagai antioksidan mumpuni. Dalam 1,5 ons batang cokelat hitam terkandung 800 mg antioksidan, hampir sama jumlahnya dengan antioksidan yang terdapat di secangkir teh hitam atau red wine.

Penelitian yang dimuat dalam Journal of Nutrition melaporkan hasil riset yang dilakukan pada sekelompok wanita yang makan 326 mg cokelat mengandung flavanol kokoa tinggi selama 12 minggu. Hasilnya tingkat sensitivitas mereka pada sinar matahari jauh berkurang. Manfaat lainnya adalah aliran darah lebih lancar dan hidrasi kulit meningkat sehingga kulit tidak mudah kering.

Akan tetapi Anda perlu berhati-hati dalam memilih jenis cokelat. Sebaiknya pilih produk yang kandungan kokoa-nya tinggi. Cokelat yang banyak beredar di pasaran umumnya mengandung gula, susu, dan bahan lain sehingga rasanya lebih enak. Cokelat jenis ini dapat meningkatkan kalori jika dikonsumsi dalam jumlah banyak.
sumber: kompas.com

tidur mempengaruhi umur anda

Jadikan tidur nyenyak dengan durasi yang cukup menjadi agenda rutin Anda setiap malam agar panjang umur. Berbeda dengan penelitian lain, sebuah studi di AS menyebutkan wanita yang tidur antara 5-6,5 jam setiap malam lebih berpotensi untuk hidup panjang.
Menurut ilmuwan di University of California, San Diego, AS,  tidur kurang dari lima jam setiap malam tidak disarankan untuk kesehatan jangka panjang. Sementara itu tidur 8 jam dianggap terlalu banyak.
Para peneliti menganalisa data 459 wanita yang dikumpulkan oleh para ilmuwan antara 1995 dan 1999. Setelah 14 tahun mereka melihat kembali apakah para wanita tersebut masih hidup dan sehat.
Meski masih memerlukan penelitian lanjutan untuk membenarkan hubungan antara tidur dengan usia, para peneliti menemukan bahwa tidur  selama 5-6,5 jam saat malam hari sangat erat berhubungan dengan kelangsungan hidup yang baik.
Mengomentari penelitian yang dipublikasikan dalam Journal Sleep Medicine, Dr. Daniel Kripke menyatakan,  jumlah waktu tidur secara konsisten berkaitan dengan usia harapan hidup. "Dalam penelitian ini terbukti mereka yang tidur sedikitnya 5 jam setiap malam akan bertahan hidup dalam periode 14 tahun kemudian," katanya.
Sementara itu studi lain yang dilakukan tim peneliti Inggris dan Italia menyebutkan orang yang tidur kurang dari 6-8 jam per hari lebih beresiko mengalami kematian dini.  Tim riset meneliti hubungan antara waktu tidur dan tingkat kematian di Inggris, Amerika Serikat, Eropa, dan Asia Timur. Menurut mereka, berbagai penyebab kematian dini sebenarnya bersumber pada kekurangan waktu tidur atau terlalu lama tidur. 
sumber : kompas.com

bahaya mengkonsusi obat tidur

Obat tidur seringkali menjadi andalan para penderita insomnia. Namun berhati-hatilah dalam mengonsumsi obat tidur. Penyalahgunaan obat ini bisa membuat Anda tertidur selamanya.

Para peneliti dari sebuah klinik tidur di California mengungkapkan, orang-orang yang mendapatkan resep obat tidur beresiko lima kali lebih tinggi mengalami kematian dibandingkan dengan yang bukan peminum obat tidur.

Penelitian tersebut dilakukan terhadap 10.529 orang yang mendapat resep obat tidur dan 23.600 orang yang tidak. Kedua kelompok responden memiliki rentang usia, status kesehatan, serta status ekonomi yang sama.

Dalam membandingkan kedua kelompok tersebut, para peneliti mengungkapkan bahwa seseorang yang minum 18 pil tidur dalam setahun, risikonya mengalami kematian 3,6 kali lebih tinggi dibanding yang tidak mengonsumsi obat tidur sama sekali. Sementara itu, yang mengonsumsi obat tidur antara 18-132 pil dalam setahun risikonya naik menjadi lima kali lipat.

Memang penelitian tersebut belum sempurna karena menghubungkan antara obat tidur dengan tingginya kematian tidak berarti obat tidur sebagai faktor penyebab tunggal. Tetapi tidak ada salahnya Anda lebih berhati-hati terhadap dosis obat tidur yang dikonsumsi. Terlebih lagi hasil analisa yang dilakukan peneliti dari Kanada tahun 2010 memberikan hasil serupa

sumber: kompas.com

hati-hati dengan obat kuat

Berhati-hatilah jika Anda ingin membeli obat antiimpoten seperti Viagra. Obat yang laris manis ini merupakan jenis obat yang paling banyak dipalsukan, termasuk di Indonesia.
"Hampir 100 persen obat Viagra yang dijual di pinggir-pinggir jalan itu palsu. Isinya tidak jelas, bahkan bisa jadi menimbulkan efek racun pada tubuh," kata dr.Heru H.Oentoeng M.Repro, Sp.And, seksolog dari Asosiasi Seksologi Indonesia di sela acara pengumuman hasil Ideal Sex Survei 2011 yang diadakan oleh Pfizer di Jakarta (23/6).
Ia menjelaskan, mungkin ada beberapa obat yang berisi sildenafil, bahan aktif dalam Viagra, tetapi memiliki proses pembuatan yang berbeda dengan obat asli. "Pembuatannya jelas berbeda karena yang dipatenkan oleh Pfizer adalah proses untuk mendapatkan sildenafil itu. Obat yang palsu itu belum tentu efektif," paparnya.
Selain belum diketahui isinya, obat-obat kuat yang di jual di pinggir jalan tersebut juga tidak didukung oleh penelitian ilmiah dan tidak memiliki izin resmi dari BPOM. Dengan demikian jika terjadi efek samping masyarakat tidak bisa menuntut.
Dr.Heru menambahkan, tidak setiap disfungsi ereksi bisa diatasi dengan obat kuat. "Harus dicari dulu penyebab gangguan ereksinya. Bisa saja tidak memerlukan obat jika sudah diatasi akar masalahnya," ungkapnya.
Obat antiimpotensi, menurut dia, hanya bisa didapatkan dengan resep dokter. "Sebelum meresepkan obat, dokter harus melakukan pemeriksaan. Pemberian obat tentu tergantung pada kondisi pasien. Intinya jangan sekedar minum obat karena hal itu bisa memperlambat pertolongan medis,"

sumber: kompas.com

epek samping obat kuat

”Begitu minum obat itu, badan langsung kuat. Jantung berdebar-debar dan jadi pengin ’begituan’. Kalau tidak minum, loyo. Pulang kerja, bawaannya tidur melulu,” ujarnya, Jumat (6/7). Siang itu, ia baru saja menebus satu paket ”pil biru” dari kios Watik seharga Rp 100.000.

Watik salah satu pedagang di Jalan Gadjah Mada, Jakarta Pusat. Kawasan itu dikenal pusat kios obat kuat.

Sebenarnya, Utomo tak bermasalah dengan kehidupan seksualnya. Namun, tugas malam membuat staminanya terasa kurang prima. Ia merasa kurang bersemangat menjalankan kewajibannya sebagai suami.

Suplemen penunjang vitalitas laki-laki ia jadikan solusi. Ia rutin mengonsumsi ”pil biru”, satu butir sebelum berhubungan. Belakangan, ia pilih obat kuat bentuk oles. Pil membuat jantungnya berdebar kencang.

Lain lagi dengan Bambang (46), pengayuh becak di lokalisasi Dolly dan Jarak di Surabaya, Jawa Timur. Ia biasa membeli obat kuat Rp 8.000 hingga Rp 10.000 per butir.

Hal itu di antaranya urat madu, spider, king kobra, dan semut hitam produksi lokal. Harganya lebih terjangkau. Beda dengan pil biru yang bisa di atas Rp 100.000 per butir.

”Bagaimana, ya, saya memang hobi,” katanya. Awalnya, ia khawatir mengonsumsi obat yang dianggap memberi kejantanan.

Kini, ia terbiasa dan merasa aman-aman saja. ”Asal bisa pilih merek yang tak membuat jantung berdebar-debar,” katanya.

Bambang mengaku tak mengalami efek samping. Berbeda dengan Utomo, yang pernah ereksi setengah jam lebih hingga membuatnya panik.

Ilegal dan berisiko

Kamis lalu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menegaskan, seluruh obat kuat di pasaran adalah ilegal. BPOM tak pernah memberi persetujuan edar obat yang diklaim menambah vitalitas, memperpanjang organ vital, dan menambah daya tahan dalam berhubungan. Obat-obat itu mengandung bahan kimia obat, seperti sildenafil sitrat, vardenafil, dan tadalafil.

Direktur Standardisasi Obat Tradisional Kosmetik dan Produk Komplemen BPOM Hary Wahyu mengatakan, tak ada pihak yang menjamin kebenaran isi kadar produk yang diklaim obat kuat itu.

Yang ada, pengguna tanpa diagnosa malah dibayangi bahaya. Risikonya bisa mematikan.

Seksolog dan spesialis andrologi, Heru Oentoeng, mengatakan, jangan sembarangan mengonsumsi obat yang dijual bebas dengan mengklaim obat kuat. Obat untuk disfungsi ereksi, misalnya, aman sepanjang di bawah pengawasan dokter, dibeli di tempat yang benar, sesuai dosis, serta mempertimbangkan kondisi dan keberadaan penyakit lain.

”Berbahaya jika termakan mitos obat kuat, membeli sembarangan, dan menggunakan tanpa pengawasan dokter,” ujarnya. Jika obat itu palsu, bisa mengandung tepung, obat kencing manis, hipertensi, ekstasi, dan campuran bahan yang berdampak buruk pada kesehatan.

Dampaknya, pengguna bisa ereksi berjam-jam, kerusakan penis permanen, dan kematian karena gangguan fungsi jantung. Butuh pengawasan ketat pemerintah sebelum korban bertambah
sumber ; kompas

Kurang Vitamin D Berisiko Diabetes


Penelitian para ahli kembali mengaitkan antara rendahnya kadar vitamin D dengan risiko yang lebih tinggi diabetes tipe 2 dan penyakit jantung. Dalam riset yang dirilis pada pertemuan tahunan The Endocrine Society di Houston, peneliti menemukan hubungan terbalik antara tingkat vitamin D dalam darah dengan sindrom metabolik, yang merupakan kelompok faktor risiko penyakit jantung dan diabetes tipe 2.
Peneliti melaporkan, mereka yang  memiliki kadar tertinggi vitamin D dalam darahnya memiliki risiko 48 persen lebih rendah mengalami sindrom metabolik ketimbang orang dengan kadar vitamin D terendah.

"Asosiasi ini telah didokumentasikan sebelumnya, tapi penelitian kami memperluas asosiasi untuk orang-orang dari latar belakang ras dan etnis yang beragam," kata peneliti utama, Joanna Mitri, MD, seorang peneliti di Tufts Medical Center, Boston.

Menurut peneliti, semua peserta yang terlibat dalam penelitian merupakan kelompok berisiko terkena diabetes karena mereka memiliki pradiabetes  atau tingginya kadar gula darah tetapi belum dapat diklasifikasikan sebagai diabetes.

Berdasarkan data Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), Amerika Serikat, pradiabetes mempengaruhi sekitar 79 juta orang Amerika yang berusia 20 atau lebih tua.

Dalam kajiannya, Mitri dan rekan membagi partisipan ke dalam tiga kelompok berdasarkan tingkat plasma 25-hidroksivitamin D, cara paling umum digunakan untuk mengukur status vitamin D dalam tubuh. Institute of Medicine menyebutkan, tingkat vitamin D dalam darah dikatakan normal apabila tingkat 25-hydroxyvitamin D berada pada level 20 sampai 30 ng/mL.

Kelompok dengan tingkat tertinggi vitamin D memiliki konsentrasi vitamin D rata-rata 30,6 nanogram per mililiter (ng/mL), dan pada kelompok terendah memiliki konsentrasi vitamin D rata-rata dari 12,1 ng/mL. Hasil temuan menunjukkan,  peserta dengan tingkat vitamin D terendah berisiko mengalami sindrom metabolik.

Peneliti juga menemukan, peserta dengan status vitamin D terbaik memiliki lingkar pinggang yang lebih kecil, kolesterol baik (HDL) yang lebih tinggi dan kadar gula darah yang rendah.

Mitri memperingatkan, penelitian mereka tidak membuktikan bahwa kekurangan vitamin D menyebabkan diabetes tipe 2, atau bahkan ada hubungan antara dua kondisi tersebut.

"Sindrom metabolik adalah kondisi umum dan perkembangan diabetes tipe 2 sangat tinggi. Jika hubungan sebab akibat dapat diketahui pada studi yang sedang berlangsung, akan penting bagi masyarakat untuk mengonsumsi suplemen vitamin D karena mudah didapatkan dan harganya relatif murah," tutupnya.

sumber kompas.com

cegah penuaan dengan alpukat

Temuan para ilmuwan di Meksiko menunjukkan, buah alpukat berpotensi menjadi senjata alami melawan proses penuaan dan penyakit kronis.  Minyak yang terkandung dalam buah ini terbukti mampu melawan radikal bebas atau molekul berbahaya yang disebut-sebut bertanggung jawab dalam menyebabkan proses penuaan, sakit jantung hingga kanker.

Kata peneliti, yang menjadikan alpukat spesial adalah kandungan minyaknya yang secara spesifik mampu menembus ke dalam mitokondria, bagian penting dari sel tubuh yang berfungsi mengubah makanan menjadi energi. Banyak zat antioksidan yang terkandung dalam buah dan sayuran lain seperti  wortel atau tomat yang juga mampu menghadang radikal bebas – tetapi tidak mampu menembus ke dalam  mitokondria.

‘Masalahnya adalah antioksidan dalam bahan lain tidak tembus ke dalam mitokondria. Akibatnya, radikal bebas terus dapat merusak mitokondria, menyebabkan produksi energi terhenti dan sel pun sekarat hingga mati. Analoginya bahwa selama minyak tumpah (di laut), jika kita hanya membersihkan tumpahan minyak ketimbang memperbaiki perforasi, maka minyak akan terus tumpah, dan ikan pun akan mati," kata peneliti dari University Michoacana de San Nicolas de Hidalgo Meksiko, Christian Cortes-Rojo, yang memaparkan temuannya dalam konferensi tahunan American Society for Biochemistry and Molecular Biology

Radikal bebas yang labil merupakan produk limbah alami dari proses metabolisme yang jumlahnya dapat meningkat tajam dalam tubuh akibat beragam faktor seperti polusi udara, rokok dan radiasi. Radikal bebas ini dapat membuat petaka dalam tubuh dengan cara memicu reaksi berantai yang menghancurkan membran sel , protein dan bahkan DNA. Fenomena ini merupakan salah satu pemicu utama proses penuaan dan diyakini berperan besar dalam merusak pembuluh arteri dan kanker.

Dalam penelitian di laboratorium, para ahli menemukan bahwa minyak alpukat ternyata dapat membuat sel ragi bertahan hidup dari paparan konsentrasi tinggi zat besi yang merupakan elemen yang dapat memproduksi radikal bebas dalam jumlah tinggi.

"Kami perlu meneliti lebih lanjut apakah yang kami temukan pada ragi  juga dapat terjadi pada organisme tingkat tinggi seperti manusia," kata Cortes-Rojo .

Minyak alpukat memiliki komposisi yang sama dengan olive oli atau minyak zaitun.  Konsumsi minyak ini sebelumnya juga dikaitkan dengan rendahnya kasus penyakit kronis pada beberapa negara Mediterrania dan Mr Cortes-Rojo menegaskan temuan ini bisa menggiring alpukat sebagai ‘the olive oil of the Americas’.

Penelitian sebelumnya yang dilakukan di Meksiko, yang merupakan negara terbesar produsen alpukat, menunjukkan bahwa buah alpukat mampu menekan kadar kolesterol dalam darah dan beberapa lemak yang berkaitan dengan diabetes

sumber kompas.com

 
2012 Hutan Obat | Header Image by Game Wallpapers
Avatar Gamezine Designed by Cheapest Tablet PC
Supported by Phones 4u